Sukabumi Transmetro.id – Sebuah uluran tangan hangat begitu terasa, raut wajah terlihat seakan tak percaya akan ada keajaiban dibalik semua perjuangan yang telah dilalui nya.
Sandi, seorang pengrajin bola yang sudah lama ia tekuni demi menghasilkan pundi-pundi uang meski ditengah keterbatasan dirinya (Difabel), ia terus berusaha tanpa mengenal apa itu kata lelah.
Dari rumah sederhana miliknya yang berlokasi di Bojongkaung RT 03/08, Gang Pala, Desa Girijaya, Kecamatan Nagrak. Sandi, mantapkan semangat jiwanya membuat bola, walau ditambah dengan beban hidup yang tidak ringan, namun hal itu sama sekali tidak menjadi satu alasan untuk tetap berusaha dan berjuang. Bahkan, kisahnya sempat mencuri perhatian publik setelah diberitakan media,
Tepat di hari Sabtu (09-08-2025), Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi sekaligus Ketua Askab PSSI, Budi Azhar Mutawali menyusuri gang sempit menuju rumah Sandi. Kedatangannya bukan sekadar kunjungan, tetapi wujud nyata kepedulian terhadap warga kecil yang kerap luput dari perhatian.
“Alhamdulillah, terima kasih Pak,” ucap Sandi lirih, matanya berkaca-kaca, sambil menggenggam erat bantuan yang diberikan. Sentuhan tangan itu seolah menjadi simbol bahwa perjuangannya tidak dilalui sendirian,” dikutip Sukabumisatu, Minggu (10-08-2025).
Budi Azhar menuturkan, para pengrajin bola seperti Sandi memegang peran penting dalam dunia olahraga lokal, meski hidup dalam kesederhanaan. “Ini adalah bentuk dukungan moral dan material. Kita ingin mereka tetap semangat berkarya, karena dari tangan mereka lahir karya yang menghidupkan lapangan-lapangan sepak bola kita,” ungkapnya.
Kisah ini menjadi pengingat, bahwa di balik riuh sorak di stadion, ada tangan-tangan sunyi yang bekerja tanpa pamrih demi menjaga nyawa olahraga ini tetap bergulir.*







