Transmetro.id – Sistem pertahanan udara Iron Dome Israel mengalami kesulitan dalam menahan serangan rudal yang terus di luncurkan Iran. Serangan yang berlangsung sejak 14 Juni dianggap sebagai balasan atas serangan awal yang di mulai Israel ke wilayah Iran.
Sebelumnya, militer Israel menyerang fasilitas penting milik Iran, termasuk situs persenjataan strategis, dan instalasi nuklir. Tak hanya itu, serangan juga menghantam kawasan sipil di Taheran dan beberapa kota lainnya.
Akibat gempuran yang di luncurkan, membuat sistem pertahanan Israel kewalahan dalam menahan serangan intensitas dari Iran.
Iran diketahui memiliki sembilan jenis rudal mematikan yang mampu menjangkau wilayah Israel dengan jarak lebih dari 1.000 kilometer.
Beberapa diantaranya ialah rudal balistik jarak menengah seperti Emad, Ghard-1 serta rudal hypersonic pertama mereka yaitu Fattah-1. Seluruh sistem persenjataan ini dirancang agar bisa menembus pertahanan canggih milik Israel, termasuk Iron Dome.
Rudal-rudal tersebut dilengkapi teknologi navigasi presisi tinggi, yang membuatnya sulit di deteksi sekaligus meningkatkan akurasi serangan. Dalam beberapa laporan, Iron Dome Israel bahkan gagal mencegat sejumlah rudal yang di tembakan Iran. Dilansir dari Channel Youtube tvOne, pada Selasa (17-06-2025).
Dalam hal ini, militer Iran memperingatkan bahwa serangan besar-besaran itu bisa membuat wilayah Israel tidak layak huni. Mereka mengklaim bahwa kerusakan akibat serangan rudal akan sangat parah, dan menyasar area-area Vital.
Keberhasilan rudal Iran yang menembus sistem pertahanan Israel pun dinilai sebagai simbol meningkatnya kekuatan militer Taheran.
Editor : Fajar*







