Bogor Transmetro.id – Beredar sebuah video pendek yang menyebut proyek pembangunan di kawasan Gunung Salak sebagai penyebab utama banjir di Tamansari Kabupaten Bogor. Namun, sejumlah warga lokal justru membantah klaim tersebut.
Menurut warga asli Tamansari, penyebab banjir lebih disebabkan oleh penyempitan saluran irigasi dan kebiasaan warga membuang sampah sembarangan ke sungai.
“Tidak benar, kalau kita menyalahkan adanya proyek pembangunan di kawasan gunung Salak,” ujar sejumlah warga pribumi saat ditemui wartawan, kemarin.
Menurut seorang tokoh warga setempat, Sulaeman, beredarnya vidio banjir di wilayah Kecamatan Tamansari Kabupaten Bogor, beberapa waktu lalu seakan disebabkan oleh adanya proyek dikawasan gunung Salak.
Video berdurasi 0.26 detik itu, menyebut air sungai meluap gegara sedang ada pengikisan dan pembangunan di Gunung Salak, terlebih berdampak di wilayah RW 04, Desa Sirnagalih, Kecamatan Tamansari, pada Sabtu, 5 Juli 2025.
“Soal banjir memang sering terjadi, salahsatu faktornya, karena banyak orang yang membuang sampah sembarangan. Ditambah lagi dengan banyaknya bangunan rumah ,” kata Sulaeman, Minggu (06-07-2025).
Sulaeman juga menyebut, dulunya irigasi besar, “Nah sekarang ini mungkin sudah padat penduduk dan makin lama kesini nya irigasi tersebut semakin menyempit,” ujarnya.
Sementara, soal vidio viral yang di unggah itu, Sumpena warga Desa Pasireurih menjelaskan, sering kali terjadinya banjir gak ketika hujan turun, memang sudah alami.
“Bukan kali ini aja adanya banjir, tidak dipungkiri juga, banyak rumah padat penduduk semakin lama semakin ramai penduduk,” ungkapnya. (Bas)







