Sukabumi Transmetro.id – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kecamatan Cigombong bergerak cepat melakukan monitoring dan penanganan awal terkait bencana pergeseran tanah yang terjadi di Kampung Cisalopa RT 04/06, Desa Ciburuy, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Kamis (20/11/2025) sekitar pukul 14.00 WIB.
Bencana pergeseran tanah tersebut dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah Cigombong sejak siang hari. Warga sempat mendengar suara gemuruh dan melihat retakan kecil pada permukaan tanah. Tak lama kemudian, pergerakan tanah semakin jelas hingga menyebabkan satu bangunan dua lantai miring secara signifikan dan berpotensi longsor.
Mendapat laporan dari warga, Kanit Satpol-PP Kecamatan Cigombong bersama anggotanya langsung turun ke lokasi untuk memastikan kondisi aman sekaligus melakukan tindakan penyelamatan awal.

Adapun langkah cepat yang dilakukan Satpol-PP antara lain:
• Pemasangan police line di area rawan untuk mencegah warga mendekat.
• Evakuasi warga yang tinggal di sekitar titik terdampak.
• Koordinasi lintas sektor bersama Pemerintah Desa Ciburuy, ketua RT/RW, dan Ketua BPD Babinsa dan Babinkantibmas untuk memastikan penanganan lanjutan berjalan aman dan terarah.
Petugas di lapangan memastikan bahwa proses penanganan berjalan lancar tanpa kendala berarti. Respons cepat dan koordinasi yang solid membuat situasi dapat dikendalikan dengan baik,” dikutip dari dbestnews, Juma’at (21-11-25).
Kasi Trantib Kecamatan Cigombong, Widodo, SE, mengatakan kepada DBestnews bahwa pihaknya bergerak atas instruksi Camat Cigombong dan terus melakukan pemantauan intensif.
“ Kami langsung turun begitu menerima laporan warga. Di lapangan terlihat jelas adanya pergeseran tanah yang cukup membahayakan bangunan sekitar. Karena itu, tindakan cepat seperti pemasangan police line, evakuasi warga, dan koordinasi lintas sektor langsung kami lakukan,” ujarnya.
Widodo menegaskan bahwa kewaspadaan warga harus ditingkatkan mengingat musim hujan sangat rawan memicu pergerakan tanah maupun longsor. Ia juga menyampaikan bahwa Camat Cigombong bahkan memilih tetap berada di kantor kecamatan hingga malam untuk memastikan kondisi benar-benar aman.
Camat Cigombong, R.E. Irwan Somantri, turut mengingatkan warga untuk tetap waspada.
“Kami mengimbau warga agar tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan. Bila menemukan retakan, suara gemuruh, atau tanda-tanda pergerakan tanah sekecil apa pun, segera laporkan kepada pemerintah desa atau kecamatan agar dapat kami tindaklanjuti secepatnya,” tegasnya.
Pemerintah Kecamatan Cigombong bersama Satpol-PP memastikan akan terus melakukan monitoring di wilayah rawan bencana dan siap bergerak cepat jika muncul potensi pergerakan tanah susulan.*
Source: dbestnews.com







