Sukabumi Transmetro.id – Presiden Prabowo Subianto melalui sekertaris negara dan Menteri Keuangan meminta agar akolasi pembangunan sekolah ditambah dari 60 ribu harus ditambah untuk pembangunan sekolah, baik negeri maupun swasta. Pernyataan Pesiden Prabowo Subianto dikatakan ketika menghadiri acara Hari Guru pada Selasa 25 November 2025 di Jakarta.
Melalui intruksi secara langsung, Presiden meminta agar Menteri Keuangan Purbaya siap mengeluarkan tambahan keuangan untuk pembangunan sekolah sekolah. Ini semua sesuai dengan perintah UUD’45 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.
Sehubungan dengan hal itu, SMK Paradis Waluran dibawah naungan Yayasan Dina Mandinatul Insan, yang diketuai pemilik yayasan H. Imron M. Nassy, dirinya berharap agar alokasi dana untuk sekolah segera disalurkan ke SMK yang dipimpinnya.

” Kami berharap menjadi salah satu sekolah yang mendapat bantuan sesuai pidato Presiden Prabowo pada Hari Guru tersebut. Hal itu mengingat lokasi gedung sekolah untuk belajar dan mengajar sudah tidak layak lagi.” ungkap Imron, Minggu (30/11/25) sore.
Imron menjelaskan bangunan yang sudah tidak layak membuat para siswa dan para guru kurang nyaman karena minimnya kondisi gedung kelas dan peralatan praktek. Padahal SMK Paradis Waluran ini merupakan sekolah swasta pertama di Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Imron menyebut, mayoritas penduduk setempat banyak menyekolahkan anaknya di SMK ini, mengingat sekolah tersebut berada di pinggir jalan utama Propinsi. Termasuk favorit awalnya.
” Sangat di sayangkan, sekarang menurun mengingat fasilitas gedung yang tidak layak serta peralatan praktek sudah tidak memadai,” ujarnya.

Imron berharap, pidato presiden dan apa yang ia sampaikan juga dapat secepatnya di realisasi, hal itu guna kelancaran belajar mengajar.
” Untuk itu, kami harap pidato presiden dapat direalisasikan melalui sekertaris negara dan menteri keuangan. Sehingga sekolah mendapatkan bantuan untuk SMK Paradis,” pungkasnya.
Laporan:Suta






