Sukabumi Transmetro.id – Bagi Pemerintah Kota Sukabumi, promosi pariwisata tidak semata-mata berbicara tentang destinasi. Yang ingin dibangun adalah pengalaman, kesan, dan cerita yang kemudian dibawa pulang oleh setiap pengunjung.
Dari cerita-cerita itulah, harapan akan tumbuhnya kunjungan wisata baru diyakini dapat tercipta.
Gagasan tersebut mengemuka saat Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana menyambut peserta Sukabumi City Tour Batch 4 di Balai Kota Sukabumi, Ahad (5/7) pagi.
Di hadapan peserta yang berasal dari berbagai daerah, ia mengajak mereka menikmati setiap sudut Kota Sukabumi sekaligus merasakan keramahan masyarakatnya.
” Kalau pulang nanti membawa cerita yang menyenangkan, semoga bisa mengajak keluarga, teman, dan saudara untuk datang ke Kota Sukabumi,” ujar Bobby.
Dalam pandangan Bobby, sektor pariwisata pada dasarnya bertumpu pada pengalaman. Pengunjung yang memperoleh kesan positif akan menjadi duta promosi yang paling efektif.
Rekomendasi dari mulut ke mulut dinilai memiliki daya pengaruh yang jauh lebih kuat dibandingkan promosi konvensional.
Karena itu, Sukabumi City Tour dirancang sebagai ruang untuk memperkenalkan identitas Kota Sukabumi secara utuh.
Peserta diajak memahami bahwa kota dengan luas wilayah yang relatif kecil ini menyimpan kekayaan sejarah, budaya, pendidikan, hingga kehidupan masyarakat yang menjadi karakter khas daerah.
Dalam pelaksanaan Batch 4, peserta dijadwalkan mengunjungi sejumlah lokasi yang merepresentasikan wajah Kota Sukabumi.
Di Pesantren Al-Fath, peserta diperkenalkan pada nilai-nilai pendidikan. Sementara di Galeri Wayang Sukuraga, mereka diajak mengenal karya budaya yang telah menjadi ikon kreatif Kota Sukabumi.
Perjalanan kemudian berlanjut ke Lemka, yang menunjukkan berkembangnya seni kaligrafi di kota Sukabumi.
Bagi Pemerintah Kota Sukabumi, keberagaman destinasi itu merupakan gambaran bahwa daya tarik daerah tidak hanya bertumpu pada bentang alam.
Sejarah, seni, pendidikan, dan budaya merupakan aset yang memiliki nilai ekonomi sekaligus memperkuat identitas kota.
Optimisme terhadap perkembangan sektor pariwisata juga didukung oleh semakin terbukanya akses menuju Sukabumi.
Bobby menilai kehadiran jalan tol akan memperpendek waktu tempuh wisatawan dari kawasan aglomerasi Jakarta dan Bandung sehingga berpotensi meningkatkan mobilitas pengunjung.
Kondisi tersebut menjadi peluang yang perlu disambut melalui penguatan kualitas destinasi, pelayanan, serta pengalaman wisata yang berkesan.
Melalui Sukabumi City Tour, Wakil Wali Kota Sukabumi berharap promosi daerah tidak berhenti pada penyelenggaraan sebuah kegiatan.
Lebih dari itu, setiap peserta diharapkan menjadi bagian dari jejaring promosi yang memperkenalkan Kota Sukabumi kepada masyarakat yang lebih luas.
Di tengah semakin ketatnya persaingan antardaerah dalam menarik kunjungan wisatawan, strategi membangun pengalaman dan menghadirkan cerita dinilai menjadi modal penting.*









