Transmetro.id -Kebijakan baru Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait evaluasi ulang penyaluran dana hibah ke pesantren menjadi perbincangan hangat di masyarakat.
Langkah ini diambil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, demi memastikan bantuan tersalurkan lebih adil dan tepat sasaran. Menurut Dedi, distribusi dana hibah sebelumnya terindikasi tidak merata dan lebih banyak mengalir ke yayasan yang memiliki kedekatan dengan partai politik atau tokoh politik.
Sementara itu, banyak pesantren kecil justru luput dari bantuan. Data dari Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Jabar memperkuat dugaan tersebut. Salah satu temuan mengarah ke yayasan milik mantan Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum, yang disebut menerima total dana hibah sekitar Rp 45 miliar.
Dikutip Transmetro.id dari You tube Tribun Sumsel pada Selasa (29-04-2025), Yayasan yang dimaksud adalah Perguruan Al-Ruzhan, berlokasi di Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya.
Kepala Biro Kesra Setda Jabar, Andrie Kustria Wardana, membenarkan bahwa lembaga pendidikan tersebut mendapatkan kucuran dana hibah sejak tahun 2020 hingga 2024. “Terafiliasi, saudara-saudaranya (Uu Ruzhanul),” kata Andrie.
Berita selengkapnya bisa di lihat di kanal You Tube : https://youtu.be/WLW506Q207o?si=JAwyuaZSphs7QMz-







