Banjir Bandang Di Lahat Sumatera Selatan Hanyutkan Puluhan Rumah

Lahat | Transmetro.id – Peristiwa banjir Bandang di Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan pada Kamis (9/3/2023, telah membawa dampak bagi masyarakat setempat.

Pasalnya, selain mengakibatkan sejumlah wilayah terdampak banjir bertambah, juga dilaporkan telah menelan korban hanyut terbawa arus banjir dan tewas tertimbun longsor.

Tidak hanya itu, sedikitnya ada 39 rumah warga dan 3 sekolah turut hanyut akibat banjir bandang ini akibat meluapnya Sungai Lematang mengakibatkan. Selain itu, 40 hektar sawah milik warga juga dipastikan gagal panen.

“Rasanya sedih menyelimuti seluruh masyarakat, ketika melihat langsung kejadian ini telah terjadi dalam waktu singkat. Ini seperti mimpi buruk, banjir bercampur lumpur telah menghanyutkan dan menenggelamkan harta benda, deras nya air mengalir dari sungai Lematang menghancurkan semua yang dilewatinya,” kata Kepala Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel, Ansori.

Baca Juga  Eksekusi dan pengembalian Barang Bukti Kasus SPK Bodong Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi

Sementara, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru menyampaikan, berdasarkan data sementara BPBD Sumsel menyebutkan ada 176 KK terdampak banjir bandang Lahat.

Bahkan informasi terkini jumlah warga terdampak banjir bandang di Lahat bertambah.

“Data sementara wilayah terdampak banjir Lahat yakni pasar bawah 120 KK dan Sukaratu 56 KK. Lainnya itu di Pulau Pinang Desa Lubuk Sepang, Kikim Selatan Desa Banu Ayu, Kikim Timur Desa Gunung Kembang dan Desa Patikal Baru. Lalu di Jarai Desa Nanti Giri dan Mulak Sebingkai, Desa Keban Agung 5 rumah. Ini aja mungkin untuk sementara informasinya, sementara, nanti dikabari lagi yang terbaru,” terang Gubernur Sumatera Selatan ini.

Untuk korban hanyut, sambungnya, dilaporkan ada 1 orang warga Desa Gunung Agung. Sampai saat ini korban masih belum ditemukan dan akan terus dilakukan pencarian oleh pihak – pihak terkait

Baca Juga  DPRD Apresiasi Pemkab Pertahankan Status Geopark Ciletuh Sukabumi

“Belum ditemukan sampai saat ini, korban korban merupakan warga Merapi Barat yang hanyut terbawa arus air dari Desa Gunung Agung,” ungkapnya.

Ia menambahkan, saat ini sejumlah warga terdampak banjir masih mengungsi dan menyimpan rasa trauma mendalam.

“Sementara, untuk kebutuhan darurat yang diperlukan diantaranya selimut, alat medis, obat-obatan, makanan, air mineral dan makanan,” pungkasnya.

Bagi masyarakat maupun para dermawan yang ingin membantu meringankan saudara kita yang terkena musibah bisa menyalurkannya melalui dibawah ini :

#OrangBaik,
#gerakanPeduli
“Saat ini saudara-saudara kita sedang membutuhkan bantuanmu. Mari kirimkan bantuan terbaik dengan menyalurkan donasi melalui ;

Rekening BJB : 0104875432100 / an : Linda Herlina (Mba Linda). Atau bisa langsung menghubungi ke nomor WhatsApp admin GARUDA PELITA PEDULI 082177080799.

Baca Juga  Camat Sukabumi Hadiri BSSN, Rangka Peninjauan Implementasi TTE

Posko GARUDA PELITA PEDULI Jln. Diponegoro Baru No. 202. RT 08 RW 03 Kecamatan Bukit Kecil Palembang, Sumatera Selatan.

Laporan : Linda Herlina/Ketum DPN Garuda Pelita, Asykur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *