TUMPUKAN SAMPAH DIPANTAI PALANCA SIMPENAN SUKABUMI VIRAL, INI RESPON KAPOLRES SUKABUMI

TUMPUKAN SAMPAH DIPANTAI PALANCA SIMPENAN SUKABUMI VIRAL, INI RESPON KAPOLRES SUKABUMI

Sukabumi, transmetro.id, 17 MEI 2023, Laporan Linda Herlina

SUKABUMI– Kapolres Sukabumi Akbp Maruly Pardede didampingi Kasat Reskrim Polres Sukabumi Akp Dian Pornomo dan Kasatpol Airud Polres Sukabumi Akp Tenda Sukendar, mendatangi pantai Palanca yang viral karena dipenuhi tumpukan sampah di Desa Loji Kecamatan Simpenan Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, Rabu (17/05/23).

“ Hari ini saya berada di lokasi pantai Palanca Desa Loji, disini sama –sama kita lihat bagaimana lautan, gulungan daripada sampah sepanjang satu setengah kilo meter,” jelasnya.

Dalam peninjauan tersebut Kapolres mengaku sengaja mengajak Kepala Desa, warga sekitar termasuk para relawan sebagai pemerhati lingkungan. Menurutnya sampah yang ada di pantai Palanca bukan merupakan sampah dari para wisatawan yang datang dan membuang sampah secara sembarangan.

Baca Juga  Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi Gelar Raker tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan

“ Ini adalah sampah yang terbawa oleh arus sungai Cimandiri, yang apabila banjir membawa-bawa sampah kemudian arus gelombang dari arah tengah tengah laut, mendorongnya sehingga tertumpuk di pantai ini,” jelasnya

Kemudian Maruly mengatakan, kapasitas pantai Palanca itu sepanjang 1,5 kilo meter tertutup sampah semua dan dalam hitungan satu malam, sampah tersebut bisa bertambah atau berkurang tergantung dengan arus gelombang yang ada di pantai.

“ Yang menjadi fokus pemikiran kita adalah, kita tidak bisa mungkin menghindari daripada kiriman sampah dari arus sungai Cimandiri ini, tapi bagaimana kita mengelola sampah yang ada, yang akan terus datang setiap hari, setiap bulan, setiap tahun, sudah bertahun –tahun seperti ini, bagaimana mengelolanya supaya bisa lebih rapih dan berguna,” terangnya.

Baca Juga  KPU akan Verifikasi Faktual Ijazah Paket C Anggota DPRD Fraksi PPP Kabupaten Sukabumi

Maruly mengharapkan ada solusi terbaik yang harus menjadi pemikiran semua pihak termasuk para stackholder, agar supaya sampahnya berguna dan bermanfaat bagi masyarakat, pantainya tetap bersih walaupun selalu menerima kiriman sampah.

Red/SNI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *