Sukabumi Transmetro.id – Kisah memilukan atas meninggalnya Raya, seorang anak perempuan berusia 3 tahun, asal warga Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, kembali mendapat sorotan tajam.
Kali ini, Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Andri Hidayana, dirinya menyesalkan tewasnya Raya di wilayah yang disebut sebagai “ring satu” perusahaan besar itu.
“Ini sangat kita sayangkan. Kejadian ini lahir di ring satu perusahaan besar. Seharusnya keberadaan mereka membawa manfaat nyata bagi masyarakat sekitar, terutama dalam hal kesejahteraan dan kesehatan,” tegas Andri, Rabu (20-08-2025).
Andri yang juga Wakil Ketua Komisi I DPRD menyoroti minimnya kontribusi sosial perusahaan melalui program CSR. Ia mempertanyakan apakah bantuan dan dukungan benar-benar dirasakan masyarakat atau hanya formalitas belaka.
“Ada dana bagi hasil, ada CSR yang sifatnya wajib. Tapi apakah manfaatnya benar-benar sampai ke warga? Ini harus dijawab,” ucap Legislator Fraksi PPP itu, dikutip Radarsukabumi, Kamis (21-08-2025).
Andri mengungkapkan, bahwa dana desa berikut anggaran kesehatan di Kabupaten Sukabumi tergolong besar, namun penyerapannya tidak maksimal. Ia menyebut Silpa (Sisa Lebih Perhitungan Anggaran) bisa mencapai Rp80 hingga Rp100 miliar setiap tahun.
“Miris, anggaran tersedia, tenaga kesehatan ada, tapi masih ada anak yang luput dari perhatian hingga meninggal karena cacingan. Ini tamparan keras,” imbuhnya.
Andri juga menyoroti kelalaian dalam pendataan administrasi. Raya diketahui belum tercatat dalam kartu keluarga dan tidak memiliki identitas resmi. Menurutnya, tenaga kesehatan dan pemerintah desa seharusnya berperan aktif sejak anak lahir.
“Ini kelalaian serius. Stakeholder tingkat bawah harus dievaluasi. Ada apa sebenarnya?” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa keberadaan perusahaan besar tidak cukup hanya membangun infrastruktur, tetapi harus menyentuh langsung aspek kesejahteraan warga di lingkar inti operasional.
“Kalau masyarakat di ring satu masih hidup di bawah garis kemiskinan, berarti ada yang salah dalam tata kelola. Ini harus jadi evaluasi bersama,” jelas Andri.







